Oke, kita udah sepakat kalau overthinking itu kayak tamu nggak diundang yang tiba-tiba datang, duduk selonjoran di sofa otak kita, terus ngomongin kemungkinan-kemungkinan buruk sambil nyeruput kopi. Menyebalkan, iya. Tapi pernah kepikiran nggak, jangan-jangan si monster ini sebenernya temen yang salah kostum?Coba deh kita lihat dari sisi lain. Jangan langsung jijik dulu.
Overthinking Itu Sebenarnya Peduli, Cuma Kebablasan
Jadi begini. Si monster ini aslinya adalah bagian dari otak kita yang fungsinya melindungi. Dia kayak satpam komplek yang tugasnya mastiin semua aman. Cuma ya gitu, dia terlalu semangat. Dikit-dikit curiga. Tukang sayur lewat dikira maling. Kucing lompat pagar dikira teroris.Kenapa dia begitu? Karena dia peduli. Sayangnya, bentuk kepeduliannya agak toksik. Kayak mantan yang masih nanyain kamu udah makan apa belum padahal udah putus setahun.Nah, daripada kita cap dia musuh, gimana kalau kita coba ngobrol ulang sama dia? Bukan buat diusir, tapi buat dikasih pengertian. “Bro, gue tau lo sayang sama gue. Tapi nggak usah tiap jam ngecek gue bisa gagal atau nggak. Capek, tahu.”
Kasih Dia Kerjaan Sampingan
Ini trik yang agak jahat tapi ampuh. Si monster ini kan energinya melimpah. Dia bisa mikir berjam-jam tanpa lelah. Sayang banget kalau energinya cuma dipakai buat hal-hal nggak jelas.
Coba kasih dia proyek kecil-kecilan.
Misalnya, pas dia mulai panik soal “duh, masa depan gue gimana ya”, lo alihin: “Eh, daripada lo mikirin yang jauh-jauh, mending bantuin gue mikirin menu masakan minggu ini. Atau bantuin gue bikin daftar film yang mau ditonton bulan ini.”Intinya, kasih dia makanan lain. Pikiran yang perlu dianalisa tapi nggak bikin stres. Kalau dia udah sibuk sendiri, lo bisa bebas sebentar.Dan lucunya, kadang dari situ malah muncul ide-ide kreatif. Banyak penulis, pelawak, atau musisi yang overthinking-nya berubah jadi karya. Karena otak yang sama, kalau diarahkan, bisa jadi mesin gagasan yang liar tapi cemerlang.
“Demikianlah, saudara-saudari sekalian. Overthinking bukan penyakit menular, tapi gejalanya bisa bikin kita mandek bertahun-tahun. Obatnya gratis: sadar diri, cuek terukur, dan kadang-kadang gorengan hangat. Jangan biarkan monster ini jadi bos di kepala lo. Kalau dia ngotot minta jabatan, demosikan aja jadi office boy. Biar dia yang capek sendiri. Sekian dan terima kasih. Salam waras.”
Leave a Reply